Profil UMY

Selayang Pandang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Sejarah UMY

Muhammadiyah yang merupakan gerakan modern didirikan oleh KHA Dahlan pada tahun 1912. Disebut gerakan modern karena perangkat organisasi yang digunakan menyerupai sebuah bangunan organisasi di dunia barat pada saat itu. Dengan membawa ciri kemajuan dalam merekonstruksi model dan sistim pendidikan Islam, Muhammadiyah menekankan pentingnya menjadi umat Islam yang berkemajuan, yaitu umat Islam yang menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya.

Ciri gerakan yang terorganisasi rapi ini mengakibatkan Muhammadiyah lebih mudah menangkap kebutuhan umat dan cepat memberikan respon masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Roemah Miskin dan bagian Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO) untuk membantu orang miskin saat itu adalah manifestasi dari keberhasilan KHA. Dahlan dalam membumikan ajaran Islam ke masyarakat.  

Memasuki usia satu abad, amal usaha kesehatan, penyantunan yatim piatu telah tersebar di seluruh negeri. Sementara itu di bidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, Muhammadiyah telah memiliki lebih dari 130 lembaga pendidikan tinggi yang berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi dan akademi.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lahir dilatarbelakangi oleh adanya kesadaran bahwa peningkatan kecerdasan dan kesejahteraan umat merupakan tanggungjawab bersama dari seluruh komponen bangsa ini. Sesungguhnya gagasan untuk mendirikan sebuah universitas  yang cukup memadai di kalangan warga Muhamamdiyah Yogyakarta telah lama ada. Diskusi-diskusi kecil beberapa tokoh Muhammadiyah di sekitar masalah pendidikan tinggi Muhammadiyah telah dirintis puluhan tahun silam.

Prof. KH. Abdul Kahar Muzakir tercatat sebagai salah seorang tokoh yang sangat besar menaruh perhatian terhadap perlunya Pendidikan Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta. Diawali dengan diskusi-diskusi terbatas yang diadakan oleh beberapa aktivis Muhammadiyah di Madrasah Muallimin, isu pendirian sebuah universitas di Yogyakarta semakin matang dan mulai tersebar luas. Menjelang musyawarah wilayah Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (PMW-DIY) tahun 1981, gagasan segera didirikannya UMY semakin digelorakan, dan para aktivis menyepakati bawah tanggal 1 Maret 1981 merupakan tanggal pendirian UMY.

Tekad yang semakin bulat dan segala persiapan yang telah dilakukan oleh sebuah panitia kecil ini dilaporkan kepada PMW-DIY, yang kemudian mengeluarkan Surat Keterangan Nomor: A-1/01.E/PMW/1981, tanggal 26 Maret 1981 tentang berdirinya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor E/1/1996/1982 tentang pengelolaan UMY, maka pembinaan UMY langsung dibawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Visi, Misi dan Tujuan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Visi UMY

Menjadi Universitas yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat.

Misi UMY

  1. Meningkatkan harkat manusia dalam upaya meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban.
  2. Berperan sebagai pusat pengembangan Muhammadiyah untuk menyejahterakan dan mencerdaskan umat.
  3. Mendukung pengembangan Yogyakarta sebagai wilayah yang menghargai keragaman budaya.
  4. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengembangan masyarakat secara profesional.
  5. Mengembangkan peserta didik agar menjadi lulusan yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia, berwawasan dan berkemampuan tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tujuan UMY

Terwujudnya sarjana yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia yang mampu mengamalkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berguna bagi umat, bangsa dan kemanusiaan.

Fakultas dan Program Studi

Pada saat ini UMY memiliki 9 Fakultas dan Program Pasca Sarjana serta mengelola 26 Program Studi. Kesembilan fakultas tersebut adalah Fakultas Agama Islam (Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam, dan Mu’amalat), Fakultas Pertanian (Prodi Agroteknologi dan Agribisnis), Fakultas Teknik (Prodi Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknologi Informasi), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Prodi Manajemen, Akuntansi dan Ilmu Ekonomi), Fakultas Hukum (Prodi Ilmu Hukum), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi), Fakultas Pendidikan Bahasa (Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Jepang), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Prodi Pendidikan Dokter, Kedokteran Gigi, Ilmu Keperawatan dan Farmasi) dan Vokasi (Prodi Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur, Prodi Akuntansi, Prodi Teknik Elektromedik). Selain itu UMY telah memiliki program S-2 dan S-3 (Program Doktor). Program S-2 terdiri dari Magister Studi Islam, Magister Manajemen, Magister Manajemen Rumah Sakit, Magister Ilmu Pemerintahan Magister Keperawatan Magister Politik dan Hubungan Internasional, dan Magister Ilmu Hukum. Kemudian untuk Program Doktor terdiri dari Program Doktor Politik Islam, Program Doktor Psikologi Pendidikan Islam dan Program Doktoral Manajemen.

Dari 26 program studi di UMY, 6 prodi di antaranya membuka kelas internasional, yaitu International Program of International Relations (IPIREL) International Program for Islamic Economics & Finance (IPIEF) International Program of Law and Syariah (IPOLS) International Program of Governmental Studies (IGOV) International Program of Accounting (IPAcc) dan International Program of Management and Business (IMaBs).

Semangat internasionalisasi di UMY diwujudkan pula dengan bertambahnya kerjasama dengan universitas atau pun institusi di luar negeri. Pada saat ini jumlah MoU kerjasama antara UMY dengan universitas atau pun institusi di luar negeri sebanyak 36 MoU di Thailand, Phillipines, Korea, Cina, Amerika, Spanyol, Australia, Malaysia dan Belanda. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya TU/e Belanda, Flinders University, Association of Universities of Asia and the Pacific (AUAP), Khon Kaen University, SIAS International University, Cina.

UMY juga menjadi universitas tujuan mahasiswa dari negara lain, tercatat mahasiswa dan mahasiswi internasional menimba ilmu di UMY yang berasal dari Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Cina, Mesir, Madagaskar dan Timor Leste. Selain menerima mahasiwa asing, UMY juga mengirimkan mahasiswanya untuk academic exposure di luar negeri sehingga wawasan mahasiswa UMY semakin terbuka terhadap dunia internasional.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu pembelajaran ilmu pemerintahan di UMY dan sebagai wujud untuk menjadi salah satu pusat unggulan di Asia Tenggara serta sebagai penghargaan kepada Dr (HC) M. Jusuf Kala atas sumbangsihnya terhadap bangsa Indonesia pada tanggal 15 Juli 2011 di Yogyakarta didirikan Jusuf Kalla School of Government (JKSG) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. JKSG mempergunakan kurikulum internasional yang diadaptasi dengan mempertimbangkan local context untuk mengembangkan kapasitas intelektual, kompetensi, skills dan profesionalitas lulusannya.  

Leave a Comment