Sekilas Yogyakarta

tugu-jogja-at nightYogyakarta atau lebih sering disebut Jogja, mendapat berbagai macam julukan seperti Kota Pelajar, Kota Gudeg, Kota Perjuangan, Kota Pariwisata, maupun Kota Budaya. Peran Kota Yogyakarta untuk Indonesia memang sangat besar terutama pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan, maka tidaklah berlebihan jika pemerintah pusat memberi status khusus sebagai Daerah Istimewa. Kota yang memiliki banyak daya tarik didalamnya. Keberadaan kota yang memiliki beragam predikat ini berawal dari berdirinya Kasultanannya Yogyakarta pada tahun 1755 (kota Yogyakarta sendiri mulai dibangun pada tanggal 7 Oktober 1756) Kasultanan Yogyakarta dengan rajanya Sultan Hamengku Buwana menjadi cikal bakal Kota Yogyakarta. Yogyakarta mempunyai bentang lahan yang strategis dengan Gunung Merapi di sisi utara dan Samudera Hindia di sisi selatan. Dari Merapi di peroleh sumber air dan kesuburan lahan pertanian karena abu vulkaniknya. Wilayah utara yang lebih tinggi juga berarti tercukupinya kebutuhan air bagi wilayah di sebelah selatan. Penentuan wilayah ini sebagai kerajaan baru Kasultanan Ngayojokarto Hadiningrat oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono (HB) I.

Sejarah berdirinya Jogja yang bermula dari dibangunnya Pesanggarahan Ambarketawang hingga dibangunnya Keraton Yogyakarta memang menarik untuk diketahui. Sementara kultur dan tradisi Jawa yang kental selalu melingkupi berbagai aspek perjalanan sejarah dan budaya yang berkembang di Yogyakarta. Jogja juga dikenal dengan landmarknya yang unik karena adanya unsur-unsur Mataram, Kerajaan Islam Jawa. Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai pusat peradaban menjadi landmark Jogja yang populer. Arsitekturnya yang merupakan gabungan dari berbagai gaya membuat Keraton Yogyakarta berbeda dengan istana-istana kerajaan lain di Indonesia. Landmark Jogja lainnya adalah Tugu Jogja, Pojok Beteng, dan Jogja Nol Kilometer.

Leave a Comment